News, politics, economy, health, internet, science, business, internet, computer, game, travel, study, journey

No Comments

MENGETAHUI BATAS KEMAMPUAN

Education

“The enemy of life is a good life”

Kunjungan ke DAAD adalah langkah awal dari kebingungan saya menentukan pilihan. Di tangan saya ada buku yang berisi table dengan ratusan program internasional baik bachelor, master, doctoral, sertifikasi, dan program profesional yang bisa saya akses informasinya via internet. Tugas pertama adalah menyaring ratusan opsi itu menjadi beberapa saja yang memungkinkan untuk dipilih, disesuaikan dengan kemampuan dan syarat yang saya miliki. Batasan-batasan yang saya buat antara lain:

  1. Tuition fee ga boleh lebih dari 500€, kalau bisa malah gratis. Untungnya jumlah segitu adalah standar buat studi di Jerman.
  2. Bahasa pengantar Inggris (saya hanya pernah kursus tingkat einfuehrung aja di UPT Bahasa IPB) sangat jauh dari cukup untuk mengikuti perkuliahan dengan bahasa pengantar Deutsch.
  3. TOEFL score yang disyaratkan diatas 550. Banyak yang meminta TOEFL di atas 575-600. Saya belum terlalu yakin untuk dapat nilai segitu. Secara bahasa Inggris saya masih “ancur-ancuran”.
  4. Cukup dengan ITP TOEFL Test score (tak perlu yang internasional, sesi speakingnya belum yakin)
  5. Gak diperlukan GRE test. Mahal bo…
  6. Jangan di kota yang mahal (Munich, Hamburg, Frankfurt)

Dan proses pun dimulai…

Nah, kan banyak tuh pilihannya, bisa puluhan, seleksi awal itu dari situsnya, kira-kira masuk ke batasan yang kita punya, boleh dilanjut ke tahap berikutnya. Yang anda butuhkan sekarang adalah koneksi internet. Bila budget anda terbatas, bisa menggunakan koneksi internet via GPRS seperti yang pernah saya jelaskan dalam posting terdahulu. Semakin sering anda browsing di dunia maya (gak pake Ahmad), semakin besar peluang anda diterima di Universitas. Ya itu kalo anda pake buat tujuan itu, gak dipake buat maen game online.

Browse situs semua uni yang anda minati, cari orang yang bisa anda hubungi atau contact person yang bertanggung jawab buat proses seleksi, dan “jalin hubungan” dengan mereka. Sering kali, orang yang anda hubungi tersebut sudah bergelar Profesor atau minimal sekali Doktor. Usahakan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa yang baik. Kalo udah lancar bahasa Jerman akan lebih baik komunikasi pake bahasa tersebut. Tapi kalo mau berkomunikasi pake bahasa Inggris pun tak masalah karena dosen disana juga jago bahasa Ingris. Tapi tetep pake EYD (English yang disempurnakan) ya.

Komunikasi via email akan sangat cepat dibalas (kalo dia gak sibuk). Tanyakan point-point penting aja yang gak dijelaskan dalam situsnya. Kalo anda banyak basa-basi nanya macem-macem yang udah dijelasin di situsnya, paling dibalesnya singkat aja. “You’ll find all necessary documents at our website www.xxx.comà ini perumpamaan aja, jangan dibuka beneran ya, bisa bahaya. Please don’t hesitate to contact them whenever you need information. Mereka welcome banget koq. Dan yang penting sekali, mereka professional.

Setelah nunggu beberapa minggu, anda akan mendapatkan jawaban uni mana saja yang bisa anda perjuangkan. Dan saatnya anda mempersiapkan aplikasi lamaran.


NB. Pas posting diketik, gw ditelepon kedutaan, Visa gw akhirnya keluar juga. Thank God, saat menegangkan udah lewat.
Europe, I am coming!!

kakahelmy @ March 27, 2008


                            

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

ss_blog_claim=1a6825bec74e424216aee20778a80a70 ss_blog_claim=1a6825bec74e424216aee20778a80a70